1. KRS dan KHS

 

 

 

KRS (Kartu Rencana Studi)

 

KRS adalah rangkaian seluruh mata kuliah yang akan diikuti/diambil mahasiswa selama 1 (satu) semester, merupakan rencana yang terprogram yang diambil berdasarkan kurikulum dan GBPP (Garis-garis Besar Pokok Perkuliahan) kurikulum pendidikan D-III kebidanan tahun 2002.

 

Pengisian KRS adalah salah satu syarat yang harus dilakukan oleh setiap mahasiswa  agar dapat mengikuti perkuliahan.

Setiap mahasiswa wajib melakukan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) diawal semester sebelum mengikuti perkuliahan sesuai dengan jadwal kalender akademik. KRS diisi sesuai dengan beban mata kuliah yang diwajibkan bagi mahasiswa untuk diikuti atau sesuai dengan indek prestasi (IP) yang dicapai mahasiswa setiap semester/indeks prestasi semester (IPS).

Pengisian KRS dilakukan dibawah bimbingan dosen pembimbing akademik (PA), mahasiswa diwajibkan mengisi KRS sesuai dengan ketentuan akademik. Data-data yang dicantumkan dalam KRS meliputi: nama mahasiswa (sesuai ijazah terakhir), NIM (sesuai ketentuan pendidikan), alamat (sesuai alamat tinggal saat kuliah atau alamat orang tua kandung), mata kuliah (sesuai beban mata kuliah dan jumlah SKS yang diambil ditiap semesternya. KRS ditanda tangani oleh mahasiswa, dosen PA dan Pudir I.

 

Ketentuan pengambilan beban mata kuliah yang dicantumkan dalam KRS sesuai dengan IPS yang diperoleh, adalah sebagai berikut:

Untuk Semester I dan II seluruh mata kuliah diwajibkan (sistem paket).

Jika hasil yang diperoleh mahasiswa dalam semester : lulus semua mata kuliah maka mahasiswa dapat membawa seluruh SKS di semester depan atau semester berkutnya.

Jika ada mata kuliah yang gagal dan IPS yang diperoleh dibawah 2,50 maka mahasiswa hanya diperbolehkan mengambil beban SKS maksimal 20 SKS.

 

KRS dibuat dalam rangkap dua (2) dan  disimpan di bagian akademik akan didisi setiap semester sampai dengan semester VI berakhir, mahasiswa yang bersangkutan akan memperoleh KRS yang di fotocopy untuk setiap semesternya dan dilegalisir AKBID.  

 

CATATAN:

Bila jumlah kelas tidak memadai untuk satu mata kuliah maka diberlakukan sistem paket yaitu mahasiswa diperkenankan membawa SKS yang ada dalam tiap semesternya, dengan mengikuti ujian ulangan (HER) untuk mata kuliah yang gagal dan jika mata kuliah masih tetap gagal pada pelaksanaan ujian ulangan (HER) maka mahasiswa diwajibkan mengikuti  ujian pembersihan atau semester pendek (tergantung jumlah mahasiswa)

 

KHS (Kartu Hasil Studi)

KHS adalah hasil penilaian mahasiswa selama 1 (satu semester) yang telah dijalani sesuai dengan mata kuliah yang ada dalam KRS semester yang bersangkutan. KHS juga merupakan hasil evaluasi mahasiswa secara keseluruhan selama satu semester baik kemampuan afektif, kognitif dan psikomotor tiap mahasiswa. Penilaian yang dilakukan berdasarkan hasil ujian yang diperoleh mahasiswa pada pertengahan semester dan akhir semester serta evaluasi belajar lainnya seperti praktek dilapangan. Sistem penilaian diatur kembali dibagian evaluasi yang tetap mengacu pada kurikulum nasional.

KHS akan diterima mahasiswa setiap akhir semester setelah mahsiswa menyelesaikan seluruh ketentuan pendidikan dan evaluasi proses belajar mengajar ditiap semsternya.

KHS diberikan kepada mahasiswa sebagai laporan pertanggung jawaban perkuliahan di Akademi Kebidanan Bina Husada secara tertulis kepada orangtua mahasiswa, arsip pendidikan, dan juga evaluasi program secara keseluruhan.

 

 

 

2. Evaluasi hasil PBM mahasiswa

 

Evaluasi PBM mahasiswa dilaksanakan dengan bentuk ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS), nilai dari pembimbing lapangan (Clinical instructur/CI) meliputi penilaian ketrampilan dan sikap selama dilapangan pada saat melaksanakan Praktek Belajar Lapangan/PBL, seminar PBL setelah selesai dari lapangan, ujian praktek (ketrampilan mahasiswa di laboratorium), laporan-laporan PBL mahasiswa, studi kasus, ujian akhir praktek/UAP (komprehensif), dan  karya tulis ilmiah (KTI).

Kegiatan penilaian ini dilakukan secara berkala dalam bentuk ujian, penugasan, penilaian kinerja klinis pada setiap tahap program, baik di pertengahan semester maupun di di akhir semester. Evaluasi tiap semester dilakukan dengan menghitung indeks prestasi (IP) pada tiap semester dan IP Kumulatif yang diperoleh sampai akhir masa studi.

Penilaian hasil belajar dilambangkan dengan bobot dan nilai sebagai berikut:

A    (4,00)        : 86-100

B+  (3,50)        : 79-85

B    (3,00)        : 71-78

C+  (2,50)        : 64-70

C    (2,00)        : 56-63

D    (1,00)        : 41-55

E     (0)            : < 41

Mahasiswa diwajibkan  mengikuti UTS dan UAS untuk mata kuliah yang mendapatkan nilai D, sedangkan jika memperoleh nilai E diwajibkan mengulang perkuliahan dan mengikuti kembali proses belajar mengajar, UTS dan UAS pada mata kuliah dengan nilai E. Jika memungkinkan bagi mahasiswa yang gagal mata kuliah D dan E akan diadakan perkuliahan semester pendek.

 

3. Pelaksanaan PBL (Praktek Belajar Lapangan)

Pelaksanaan PBL (praktek belajar lapangan) dilaksanakan ditiap semester untuk menerapkan teori yang didapat dikelas sesuai dengan target mata kuliah khususnya yang mencakup ketrampilan klinik kebidanan dan keperawatan dasar. Untuk meningkatkan ketrampilan mahasiswa dan belajar langsung dilapangan menerapkan ilmu yang diperoleh dan mengetahui kondisi praktik pelayanan kesehatan dilapangan sebagai bahan perbandingan anatara teori dan praktek nyata.

 

Selama masa pendidikan kegiatan praktek lapangan diuraikan sebagai berikut:

Semester I             : PBL di Rumah Sakit

  Tujuan : Pencapaian mata kuliah ketrampilan dasar praktik klinik kebidanan       (KDPK)

  Lama pelaksanaan  : 4 minggu

Semester II            : PBL di Rumah Bersalin

  Tujuan     : Pencapaian ketrampilan klinik asuhan kebidanan pada ibu   hamil/ante natal care (ANC) atau mata kuliah ASKEB I

   Lama pelaksanaan : 4 minggu

Semester III          : PBL di Rumah Bersalin

Tujuan       : Pencapaian ketrampilan klinik asuhan persalinan/intra natal care(INC) atau mata kuliah ASKEB II, ketrampilan klinik asuhan pada  masa nifas pencapaian kompetensi mata kuliah ASKEB III, ketrampilan klinik asuhan pada bayi baru lahir (BBL) pencapaian kompetensi ketrampilan mata kuliah asuhan pada neonatus dan pencapaian kompetensi ketrampilan klinik asuhan keluarga berencana/KB (mata kuliah pelayanan keluarga berencana)

Lama pelaksanaan : 5 minggu

Semester IV          : PBL di Puskesmas

Tujuan       : Pencapaian ketrampilan klinik sesuai distribusi pada semester II, III ditambah dengan penerapan asuhan kebidanan di Puskesmas (pengenalan program-program di Puskesmas dan pelayanan-pelayan di Puskesmas) untuk ilmu kesehatan masyarakat (IKM) dan penerapan PWS KIA pada mata kuliah organisasi dan manajemen pelayanan kebidanan

Lama pelaksanaan : 4 minggu

Semester V            : PBL di Rumah Sakit  dan rumah bersalin

Tujuan       : Pencapaian ketrampilan asuhan kebidanan patologi untuk mata kuliah ASKEB IV Patologi sesuai standard kebidanan yang dilakukan di rumah sakit. Pencapaian ketrampilan asuhan kebidanan pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir dan asuhan keluarga berencana yang dilaksanakan di rumah bersalin.

Lama pelaksanaan : di RS 3 minggu,  di RB  5 minggu

Semester VI          : PBL di desa (komunitas)

Tujuan       : Pencapaian kompetensi ketrampilan ASKEB Komunitas di masyarakat (PBL Desa)

Lama pelaksanaan : 4 minggu

 

 

MATA KULIAH WAJIB

 

Ditiap semester ada mata kuliah-mata kuliah kekhususan yang wajib lulus pada semester dimana mata kuliah tersebut didistribusikan, karena merupakan mata kuliah yang wajib yang saling berkaitan satu sama lain sehingga ketentuan dalam pemilihan mata kuliah tergantung pada mata kuliah wajib tersebut. Mata kuliah tersebut antara lain adalah: anatomi, fisiologi, konsep kebidanan, KDPK, ASKEB I, ASKEB II, ASKEB III, ASKEB Neonatus, Pelayanan KB, Dokumentasi Kebidanan, Obstetri dan Metodologi penelitian.

Pengunjung

Hari ini 0

Kemarin 54

Minggu ini 0

Bulan ini 2118

Semua 83594

Currently are 26 guests and no members online

Kubik-Rubik Joomla! Extensions